Pekanbaru menjadi saksi penting bagi 10 pejabat dari Tanah Datar yang mengikuti ujian assessment Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, setara Eselon II. Ujian ini berlangsung di UPT Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau pada tanggal 13 Maret 2026. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE.MM, didampingi oleh Asisten Administrasi Umum, Riswandi, serta Kepala BKPSDM Tanah Datar, Yusrizal, turut hadir untuk meninjau langsung proses pelaksanaan tes. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk supervisi, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral bagi para peserta.
Pelaksanaan Ujian yang Terencana
Pelaksanaan ujian assessment ini direncanakan selama dua hari, di mana para peserta akan menjalani serangkaian tes tertulis dan wawancara. Hasil dari seleksi ini diperkirakan akan diumumkan dalam waktu sepuluh hari setelah pelaksanaan ujian. Bupati Eka Putra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak UPT BKD Provinsi Riau yang telah menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan ujian ini, mengingat mereka adalah satu-satunya instansi yang dapat melaksanakan tes kompetensi di wilayah Sumatra.
Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi
Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian kompetensi ini telah berlangsung beberapa kali di lokasi yang sama. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini, meskipun berlangsung di bulan Ramadan, dan mengapresiasi kerjasama pihak terkait dalam penyelenggaraan ujian. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga standar kompetensi para pejabatnya.
Peserta dan Target Pengisian Jabatan
Pada ujian assessment kali ini, sepuluh pejabat Eselon III mengikuti seleksi untuk mengisi dua posisi JPT Pratama di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tanah Datar. Posisi tersebut berasal dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Keuangan Daerah. Dari sepuluh calon, sembilan peserta hadir dalam ujian karena satu orang peserta telah berhasil lulus pada pelaksanaan tahun sebelumnya.
Bupati Eka Putra juga memberikan motivasi kepada semua peserta agar dapat menunjukkan potensi terbaik mereka. “Selamat mengikuti ujian kompetensi, semoga semua peserta dapat menjalani seleksi ini dengan maksimal. Jaga kesehatan, tetap semangat, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT,” ujarnya, menekankan pentingnya persiapan mental dan fisik dalam menghadapi ujian.
Pengamatan dari Kepala UPT
Kepala UPT Penilaian Kompetensi, Budi Fakhri, melaporkan bahwa pelaksanaan ujian di hari pertama berjalan dengan baik. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati dan rombongan yang memberikan dukungan kepada peserta. “Seluruh peserta mengikuti ujian dengan serius, dan kami berharap hari kedua dapat berjalan dengan lancar juga,” ungkapnya.
Komitmen Terhadap Kompetensi Pejabat
Budi Fakhri menambahkan, kehadiran Bupati tidak hanya menambah motivasi bagi peserta, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menempatkan pejabat berdasarkan kompetensi dan profesionalisme. UPT Penilaian Kompetensi BKD Riau siap untuk terus mendukung pemerintah kabupaten dan kota dalam pelaksanaan uji kompetensi di masa mendatang.
- UPT BKD Riau sebagai satu-satunya lembaga di Sumatra yang menyelenggarakan ujian kompetensi.
- Ujian berlangsung selama dua hari dengan hasil yang akan diumumkan dalam sepuluh hari.
- Sepuluh pejabat Eselon III mengikuti seleksi untuk dua posisi JPT Pratama.
- Pelaksanaan ujian tetap berjalan meskipun di bulan Ramadan.
- Komitmen pemimpin daerah untuk menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi.
Kerjasama dalam Pelaksanaan Ujian
Budi juga menegaskan bahwa saat ini, selain Tanah Datar, Kota Payakumbuh juga sedang mengikuti seleksi yang sama. “Kami siap mendukung dan bekerjasama. Harapan kami, setelah ujian ini, akan lahir calon pejabat yang handal dan profesional,” tutupnya, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memastikan kualitas pejabat publik.
Dengan pelaksanaan ujian assessment JPT Pratama ini, diharapkan akan tercipta pemimpin yang tidak hanya berkualitas tetapi juga mampu memimpin dengan integritas dan profesionalisme. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mereka, menjadikan setiap pejabat memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban.
Secara keseluruhan, pelaksanaan ujian ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan karir dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, harapan untuk menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi daerah semakin nyata.
