Baru-baru ini, Walikota Medan, Rico Waas, melakukan kunjungan ke Medan Marelan untuk mengecek pelaksanaan gotong royong dan perbaikan infrastruktur drainase. Dalam peninjauan ini, beliau didampingi oleh Pj Sekretaris Daerah, Erfin Fahrurrazi; Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK), Khairul Azmi, serta Camat Medan Marelan, Zulkifli Syahputra Pulungan. Dalam rangka mengatasi masalah banjir yang sering melanda kawasan ini, pemko mengerahkan sejumlah alat berat untuk membersihkan saluran drainase yang dipenuhi sedimentasi lumpur yang sudah sangat tebal.
Pembangunan Infrastruktur Drainase di Medan Marelan
Selain pengerukan lumpur, Pemkot Medan juga sedang mengimplementasikan pemasangan saluran beton drainase (U-Ditch) yang membentang sepanjang 200 meter di sisi kanan dan kiri jalan. Hal ini merupakan langkah penting untuk memperbaiki kondisi drainase dan mencegah banjir di daerah tersebut.
Saat melakukan peninjauan, Rico Waas menjelaskan, “Hari ini kita melaksanakan gotong royong karena sedimentasi di saluran drainase Pasar 4 Timur sudah sangat parah dan memerlukan perbaikan. Pemasangan U-Ditch sepanjang 200 meter pada kedua sisi jalan juga sedang berlangsung.” Upaya ini diharapkan dapat mengurangi genangan air yang mengganggu kenyamanan warga.
Strategi Pengelolaan Aliran Air
Pemko Medan juga berencana untuk memperbaiki saluran pembuangan di wilayah sekitar, termasuk di Gang Jahe. Rencana ini bertujuan untuk membagi aliran air secara lebih efisien, sehingga dapat mengurangi risiko banjir di permukiman warga.
“Kami akan mengadakan sosialisasi untuk pembenahan di Gang Jahe, agar pembuangan air bisa terdistribusi ke arah barat dan timur. Banyak warga yang mengeluh karena rumah mereka sering terendam air, meskipun jalan raya sudah kering. Kami berkomitmen untuk memperbaiki kondisi ini secara bertahap di Kecamatan Marelan,” tambah Rico Waas.
Interaksi dengan Masyarakat Setempat
Dalam kegiatan tersebut, Rico Waas tidak hanya fokus pada perbaikan drainase, tetapi juga mendengarkan keluhan masyarakat. Ia menyapa warga setempat dan meminta dukungan mereka untuk menjaga kelancaran proses perbaikan infrastruktur yang sedang berjalan.
Walikota Medan juga merespons keluhan warga mengenai kondisi fasilitas pendidikan saat meninjau SD Negeri 060999. Beliau memperhatikan kerusakan pada bangunan dan juga masalah sistem pembelajaran yang menerapkan dua shift akibat keterbatasan ruang kelas.
“Di SD Negeri ini ada masalah dengan pembelajaran dua shift karena hanya memiliki tujuh ruang kelas. Kami rencanakan untuk merenovasi bangunan ini menjadi dua lantai pada tahun depan, agar anak-anak dapat belajar dengan lebih nyaman,” ungkap Rico Waas.
Penerimaan Positif dari Warga
Kunjungan Walikota Medan, Rico Waas, dalam kegiatan gotong royong ini disambut antusias oleh warga. Kehadiran pemimpin daerah ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan yang selama ini menjadi perhatian mereka, terutama terkait masalah drainase dan banjir.
Suwandi, seorang perwakilan dari Perkumpulan RKL, menyampaikan rasa terima kasih kepada Walikota Medan atas kesediaannya untuk meninjau kondisi di lapangan. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Wali Kota Rico Waas yang telah meluangkan waktu untuk mendengarkan keluhan masyarakat. Kami berharap solusi yang diajukan dapat segera terealisasi,” ungkap Suwandi saat ditemui di lokasi gotong royong.
Permasalahan Banjir di Medan Marelan
Suwandi menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi kawasan tersebut adalah banjir. Ketika hujan turun, banyak gang yang tergenang air hingga menyerupai sungai kecil, disebabkan oleh sistem drainase yang tidak memadai untuk menampung debit air.
Titik-titik penting yang menjadi fokus perbaikan berada di kawasan Gang Jahe dan Karmila. Suwandi menegaskan bahwa Gang Jahe adalah titik sentral untuk pengaliran air yang harus diperhatikan. “Permasalahan drainase di Gang Jahe sangat krusial, karena di situlah arus air terdistribusi ke Gang Jahe dan Karmila. Kami sangat senang karena Pak Wali Kota menyambut baik aspirasi ini,” papar Suwandi.
Rencana Ke Depan untuk Medan Marelan
Dalam upaya meningkatkan sistem drainase di Medan Marelan, Pemko Medan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat. Melalui sosialisasi dan gotong royong, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga infrastruktur yang ada.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh positif bagi daerah lain dalam menangani masalah serupa. Dengan melibatkan masyarakat, proses perbaikan infrastruktur tidak hanya akan berjalan lebih lancar, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki warga terhadap lingkungan mereka.
Manfaat Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan
Pembangunan infrastruktur yang baik akan memberikan banyak manfaat, di antaranya:
- Mengurangi risiko banjir dan genangan air
- Meningkatkan kualitas hidup masyarakat
- Mempercepat aksesibilitas dan mobilitas warga
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal
- Menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman
Dengan semua langkah yang diambil oleh Pemko Medan, diharapkan Medan Marelan bisa menjadi kawasan yang lebih baik. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini. Melalui gotong royong dan partisipasi aktif, setiap individu dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.
