
Sebuah momen bersejarah terjadi di Dusun 2 Rintis, Desa Tarempa Selatan, kabupaten kepulauan Anambas. Barisan tanaman jagung yang menguning, menjadi tanda dimulainya panen perdana jagung yang merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gunung Samak. Dengan langkah ini, BUMDes berharap bukan hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan masyarakat di Tarempa Selatan.
Momen Panen Perdana
Di tengah lahan jagung yang siap dipanen, terlihat beberapa pejabat daerah hadir untuk menyaksikan kegiatan ini. Mulai dari Bupati Kepulauan Anambas, Wakil Bupati Aneng, Sekretaris Daerah, hingga jajaran Forkopimda, semuanya turut mendampingi masyarakat dan kelompok tani dalam panen simbolis tersebut.
Hasil Panen Jagung
Panen ini merupakan hasil dari penanaman jagung yang dimulai sejak Desember lalu. Dengan lahan seluas sekitar 1 hektare, BUMDes Gunung Samak memperkirakan total produksi jagung mencapai sekitar 5,5 ton. Dalam panen simbolis yang dilakukan bersama pejabat daerah, jagung yang berhasil dipetik diperkirakan mencapai sekitar 320 kilogram, meskipun sebagian besar hasil panen masih menunggu pemanenan lanjutan.
Kontribusi Desa Dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan
Kepala Desa Tarempa Selatan, Surianto, menyebutkan bahwa program penanaman jagung ini merupakan salah satu upaya desa dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. “Program ini juga untuk memberi contoh kepada masyarakat bahwa menanam jagung itu sebenarnya cukup mudah dilakukan di desa kita,” ungkap Surianto.
Pemanfaatan Lahan Untuk Tanaman Jagung
Menurut Surianto, masyarakat di Desa Tarempa Selatan sebelumnya belum terbiasa menanam jagung secara serius, meski kondisi lahan memungkinkan untuk dikembangkan sebagai komoditas pangan. Melalui program yang dijalankan BUMDes Gunung Samak, pemerintah desa berharap masyarakat mulai tertarik memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung. “Harapan kita masyarakat bisa melihat hasilnya dan ikut menanam jagung di lahannya masing-masing,” ucapnya.
Fasilitas Pendukung
Untuk mendukung pengolahan hasil panen, BUMDes Gunung Samak juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas, di antaranya mesin pipil jagung dan mesin pemecah jagung yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Proses Pemanenan
Jika proses panen berjalan lancar, Surianto memperkirakan kegiatan pemanenan di lahan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari.
Pemasaran Hasil Panen
Pemasaran hasil jagung sepenuhnya ditangani oleh pengelola BUMDes Gunung Samak, yang saat ini masih mengatur proses pengemasan dan distribusi hasil panen.