Walikota Sibolga Pastikan Tidak Ada Penumpukan Bantuan

Dalam era digital yang modern ini, berbagai macam informasi dengan mudahnya beredar di media sosial. Salah satunya adalah isu mengenai penumpukan bantuan di Kota Sibolga yang viral di Facebook. Namun, Walikota Sibolga, Ahmad Sukri Penarik, menegaskan bahwa tidak ada penumpukan bantuan yang terjadi. Kira-kira bagaimana penjelasan lebih lanjut dari beliau? Mari kita simak.
Pernyataan Walikota Sibolga
Ahmad Sukri Penarik, Walikota Sibolga, memastikan bahwa tidak ada penumpukan bantuan di Pemerintah Kota Sibolga. Beliau menegaskan bahwa alur bantuan, baik masuk maupun keluar, selalu tercatat dengan baik. Menurutnya, bukti ini dapat dilihat di video yang viral di media sosial tersebut.
“Video tersebut jelas menunjukkan buku catatan bantuan yang masuk dan yang disalurkan kepada masyarakat. Seharusnya buku catatan itu juga ditunjukkan kepada masyarakat,” ucap beliau dalam konferensi pers pada Kamis (12/03/2024).
Asal dan Penyaluran Bantuan
Pemerintah Kota Sibolga mendapat banyak bantuan dari berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, dan organisasi yang peduli pada bencana yang lalu. Bantuan tersebut disimpan di Gedung Nasional dan eks Sekolah Tinggi Perikanan di Panomboman.
Di video yang viral, terlihat ada bantuan dari Alumni AKABRI 89 yang tersimpan di gedung eks Sekolah Tinggi Perikanan Sibolga. Bantuan tersebut rencananya akan diberikan kepada korban bencana yang akan menempati Hunian Tetap (Huntap).
“Bantuan tersebut berupa kompor dan tabung gas, yang merupakan bantuan dari AKABRI 98. Yayasan Buddha Tzu Chi hanya menyediakan rumah, meja, dan tempat tidur, tidak dengan peralatan dapurnya. Bantuan tersebut telah kami salurkan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana, khususnya bagi mereka yang rumahnya hilang dan rusak berat,” jelas Walikota.
Bantuan dari BPBD Pusat
Walikota Sibolga juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Sibolga telah menyalurkan bantuan dari BPBD Pusat yang berupa uang tunai sebesar enam ratus ribu perbulan. Penyaluran ini didokumentasikan oleh kepala lingkungan.
“Saya juga memerintahkan seluruh kepala lingkungan yang menyalurkan bantuan agar dilengkapi dengan dokumentasi sebagai bukti pertanggungjawaban. Seluruh bantuan yang kami salurkan melalui kelurahan untuk diserahkan kepada masyarakat korban bencana sesuai dengan lingkungannya masing-masing. Bahkan, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) telah meminta data bantuan yang diterima oleh Pemko Sibolga dan bukti penyerahan kepada korban bencana, dan kami telah melengkapinya,” tutupnya.
Kesimpulan
Walikota Sibolga, Ahmad Sukri Penarik, dengan tegas membantah adanya penumpukan bantuan di Kota Sibolga seperti yang viral di media sosial. Beliau menegaskan bahwa semua bantuan yang masuk dan disalurkan selalu tercatat dengan baik dan transparan. Selain itu, Pemerintah Kota Sibolga juga telah menyalurkan bantuan dari berbagai pihak, termasuk BPBD Pusat, kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.
