Uji Kesiapan Sistem Proteksi Kebakaran Sirkuit Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah melaksanakan uji coba sistem proteksi kebakaran di Pertamina Mandalika International Circuit pada Rabu, 16 September. Aktivitas ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur keselamatan sirkuit, terutama dalam menyongsong acara besar yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026.
Pentingnya Sistem Proteksi Kebakaran di Sirkuit
Menurut Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dan Direktur Operasi ITDC, pengujian sistem proteksi kebakaran adalah bagian integral dari komitmen ITDC untuk menjamin bahwa Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya siap dalam hal penyelenggaraan event, tetapi juga dalam aspek keselamatan yang sangat vital.
“Sirkuit ini memiliki tingkat pemanfaatan yang sangat tinggi sepanjang tahun. Hingga September 2026, tercatat lebih dari 132 event dalam kalender kegiatan sirkuit, terdiri dari 89 event motorsport dan 43 event non-motorsport, dengan total pemanfaatan mencapai 244 hari aktivitas. Tingginya intensitas kegiatan ini menuntut kesiapan sarana dan prasarana keselamatan yang optimal, untuk melindungi pengunjung, peserta, pekerja, dan semua pihak yang beraktivitas di sirkuit,” tambah Troy.
Infrastruktur Keselamatan yang Kuat
Dengan adanya beragam aktivitas yang berlangsung, kesiapan infrastruktur keselamatan di Pertamina Mandalika International Circuit menjadi sangat krusial. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung, pekerja, peserta acara, komunitas, serta semua pihak yang terlibat di area sirkuit.
Troy menegaskan, “Dengan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang akan segera dilaksanakan, kami sangat memperhatikan keselamatan. Pengujian yang dilakukan bersama Damkartan Lombok Tengah ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan semua sistem pendukung keselamatan dapat berfungsi saat keadaan darurat.”
Detail Uji Sistem Proteksi Kebakaran
Uji coba yang dilakukan mencakup sistem pompa dan jaringan hydrant yang telah diperbarui. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa semburan air dari hydrant mampu mencapai ketinggian 20 hingga 25 meter secara vertikal dan 35 hingga 45 meter secara horizontal. Selain itu, terdapat flexible hose sepanjang 30 meter yang memberikan fleksibilitas bagi petugas dalam melakukan penanganan kebakaran.
Sistem proteksi kebakaran ini dilengkapi dengan sumber air utama berkapasitas 300 m³ dan tiga lapis sistem pompa yang beroperasi sesuai kebutuhan. Juga tersedia pompa cadangan yang berfungsi untuk tetap menyuplai air apabila terjadi gangguan pada sumber listrik. Mekanisme pengendalian tekanan turut dihadirkan untuk melindungi jaringan, serta koneksi yang memungkinkan unit pemadam kebakaran memberikan suplai air dan tekanan tambahan saat dibutuhkan. Sistem berlapis ini memberikan dukungan ekstra dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.
Peran Damkartan dalam Kesiapan Sistem
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah, H. Supardan, S.Sos., M.Si., menekankan bahwa kesiapan sistem proteksi kebakaran merupakan bagian penting dalam mendukung respons terhadap situasi darurat, terutama di fasilitas dengan aktivitas tinggi seperti sirkuit ini.
“Berdasarkan hasil survei dari tim Damkartan Lombok Tengah, kami menemukan bahwa sistem proteksi kebakaran di Pertamina Mandalika International Circuit berfungsi dengan baik dan siap digunakan. Sebagai bagian dari penyempurnaan, kami merekomendasikan penambahan rambu penunjuk arah menuju titik hydrant untuk memudahkan identifikasi dan akses dalam situasi darurat,” ungkap H. Supardan.
Langkah Berkelanjutan untuk Keselamatan
Uji coba ini merupakan kelanjutan dari upaya penguatan sistem keselamatan dan proteksi kebakaran di Pertamina Mandalika International Circuit yang dilakukan oleh ITDC. Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, tetapi juga untuk memperkuat kesiapan sirkuit sebagai venue untuk berbagai kegiatan nasional dan internasional secara berkelanjutan.
Troy menambahkan, “Penting bagi kami untuk memastikan bahwa sistem keselamatan berfungsi dengan baik sebelum benar-benar dibutuhkan. Oleh karena itu, kami tidak hanya fokus pada penguatan infrastrukturnya, tetapi juga melakukan pengujian dalam kondisi operasional. Kami sangat bersyukur, hasil pengujian menunjukkan semua berjalan dengan baik. Kami berharap, setiap orang yang datang, bekerja, atau menikmati berbagai acara di Pertamina Mandalika International Circuit dapat merasa aman dan nyaman.”