slot depo 10k slot depo 10k

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

Berita Hari IniBNNKota MalangLapas Kelas 1 MalangLapas MalangPeristiwa

Lapas Malang Bersinergi dengan BNN Kota Malang untuk Tes Urine 50 Narapidana Narkoba

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang untuk melaksanakan razia gabungan serta tes urine bagi narapidana yang terlibat dalam kasus narkoba. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan lingkungan Lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba dan menjamin keamanan bagi seluruh warga binaan.

Peningkatan Kekuatan Personel dalam Razia

Pada acara yang diadakan pada Selasa malam, 22 September 2026, razia ini melibatkan lebih banyak personel dibandingkan sebelumnya, dengan dukungan dari 62 aparat penegak hukum, termasuk anggota Brimob, Polresta Malang Kota, dan Koramil. Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama untuk menciptakan Lapas yang aman dan bebas dari narkoba.

Tujuan dan Pentingnya Tes Urine

Tes urine bagi narapidana narkoba di Lapas merupakan salah satu langkah penting untuk melakukan pemeriksaan berkala atau insidentil terhadap warga binaan. Melalui tes ini, pihak Lapas dapat mendeteksi lebih awal potensi penyalahgunaan narkoba, sehingga tindakan pencegahan dapat segera diambil.

Komitmen Terhadap Zero HALINAR

Kepala Bidang Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Yuliawan, menekankan bahwa razia ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mencapai Zero HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) di Lapas Kelas I Malang. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan seluruh warga binaan dapat menjalankan masa hukuman mereka tanpa gangguan dari barang-barang terlarang.

Dukungan terhadap Program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Razia dan tes urine ini juga mencerminkan dukungan Lapas Malang terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya yang berkaitan dengan pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan. Ini adalah komitmen nyata untuk menjaga integritas lingkungan pemasyarakatan.

Penerapan Prosedur dengan Pendekatan Humanis

Yuliawan meminta agar seluruh personel yang terlibat dalam razia melaksanakan tugasnya dengan serius, mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis selama pemeriksaan. Hal ini penting agar proses razia tidak hanya efektif, tetapi juga menciptakan suasana yang kondusif bagi warga binaan.

Pelaksanaan Tugas dan Pembagian Wilayah Pemeriksaan

Setelah apel pagi, pembagian tugas dan penempatan personel dilakukan oleh Kepala Satuan Pengamanan Lapas, Sahril Efendi. Petugas kemudian bergerak menuju Blok Udayana 1 dan Udayana 2, yang merupakan blok hunian khusus bagi narapidana kasus narkoba dan juga terdapat kamar untuk warga binaan tamping.

Penyisiran dan Pemeriksaan Kamar Hunian

Penyisiran dilakukan secara acak terhadap 18 kamar hunian di kedua blok tersebut. Pemeriksaan ini difokuskan untuk mendeteksi dini keberadaan barang-barang terlarang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Dengan cara ini, diharapkan tidak ada potensi gangguan yang dapat muncul dari dalam lingkungan Lapas.

Kolaborasi BNN dalam Tes Urine

Di waktu yang bersamaan, BNN Kota Malang melaksanakan tes urine secara acak terhadap 50 warga binaan. Ini merupakan langkah pencegahan dan deteksi terhadap penyalahgunaan narkoba di dalam lingkungan pemasyarakatan. Melalui tes ini, BNN berupaya menjaga agar Lapas tetap bersih dari pengaruh narkoba.

Hasil Pemeriksaan Razia dan Tes Urine

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, barang-barang yang ditemukan selama razia dikumpulkan dan dilakukan inventarisasi. Dari penyisiran di 18 kamar tersebut, petugas tidak menemukan narkoba. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan yang dilakukan selama ini cukup efektif.

Pernyataan dari BNN Kota Malang

AKBP Indro Susetiyo, S.H., selaku Penata Pemberantasan Narkotika BNN Kota Malang, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan tes urine terhadap 50 warga binaan yang telah dipilih secara acak. Ia mengungkapkan rasa syukur karena seluruh hasil tes menunjukkan negatif. Dari razia yang dilakukan, tidak ditemukan narkoba di blok hunian.

Sinergi untuk Lingkungan Pemasyarakatan yang Lebih Baik

Tindakan tes urine dan razia ini merupakan contoh nyata sinergi antara BNN dan Lapas Malang dalam upaya mendeteksi dini potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan dapat tercipta Lapas yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh narapidana.

Harapan untuk Masa Depan

Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba di Lapas. Komitmen bersama dari seluruh pihak, baik itu aparat penegak hukum maupun pengelola Lapas, sangatlah penting untuk mencapai tujuan ini. Dengan demikian, lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi tempat rehabilitasi yang efektif bagi narapidana.

  • Kolaborasi antara BNN dan Lapas Malang mengedepankan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
  • Razia dilakukan dengan pendekatan humanis untuk menjaga suasana yang kondusif.
  • Seluruh hasil tes urine dari warga binaan menunjukkan negatif.
  • Penyisiran secara acak membantu deteksi dini terhadap barang-barang terlarang.
  • Komitmen bersama untuk menciptakan Lapas yang bebas narkoba.

Related Articles

Back to top button