MTQ sebagai Sarana Penting Memupuk Nilai Integritas dalam Birokrasi Kementerian

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tidak hanya menjadi acara tahunan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga berfungsi sebagai platform penting untuk menanamkan nilai-nilai integritas dalam birokrasi. Pada tahun 2026, kegiatan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional berlangsung di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Di sinilah peran serta pimpinan KORPRI, termasuk Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menjadi sangat krusial dalam memastikan acara ini tidak hanya menjadi sebuah kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan ASN.
Pelantikan dan Tanggung Jawab Dewan Pengawas
Pada Senin, 24 Agustus 2026, pelantikan 77 Dewan Pengawas, Dewan Hakim, dan Panitera untuk MTQ KORPRI dilakukan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Bupati Pangkajene dan Kepulauan, Muhammad Yusran Lalogau. Kehadiran para pemimpin daerah ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan MTQ dan pentingnya integritas dalam birokrasi.
Dalam sambutannya, Prof. Zudan menekankan bahwa kompetensi dan integritas para Dewan Pengawas dan Dewan Hakim sangat penting untuk menjaga keadilan dan profesionalisme selama MTQ. Ia menyatakan, “Saya yakin bahwa Bapak/Ibu yang baru dilantik memiliki keahlian yang diperlukan, objektivitas, dan moralitas yang tinggi untuk memastikan pelaksanaan musabaqah berlangsung dengan adil.” Pernyataan ini mencerminkan keyakinan akan kualitas tim yang terlibat dalam acara ini.
MTQ Sebagai Sarana Peningkatan Keimanan
Prof. Zudan juga menggarisbawahi bahwa MTQ KORPRI tidak hanya sekedar lomba, tetapi merupakan kesempatan untuk mengedukasi ASN tentang nilai-nilai Al-Qur’an. Dengan demikian, MTQ diharapkan dapat membumikan prinsip-prinsip Qur’ani dalam lingkungan birokrasi. KORPRI pun berkomitmen untuk mengembangkan lebih banyak cabang perlombaan agar semakin banyak ASN dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini.
- Peningkatan keimanan dan ketakwaan ASN
- Penerapan nilai-nilai Al-Qur’an dalam birokrasi
- Pengembangan cabang perlombaan baru
- Partisipasi aktif dari ASN
- Peningkatan kualitas penyelenggaraan MTQ
Inovasi dalam Cabang Perlombaan
Selama MTQ VIII KORPRI Tahun 2026, beberapa cabang baru diperkenalkan, termasuk baca puisi Qur’ani. Inovasi ini bertujuan untuk menarik perhatian lebih banyak ASN dan memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan kreativitas dalam konteks keagamaan. Prof. Zudan membuka peluang bagi usulan cabang perlombaan baru, asalkan tujuan utamanya adalah untuk memperkuat iman dan nilai-nilai Qur’ani di kalangan birokrat.
“Yang terpenting adalah kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan menjadikan nilai-nilai Qur’ani lebih mendalam dalam jajaran birokrasi,” lanjutnya. Dalam hal ini, pelaksanaan MTQ sebelumnya mendapat apresiasi karena dinilai berhasil menjaga kepercayaan peserta. Konsistensi dalam penyelenggaraan yang berkualitas adalah kunci untuk masa depan MTQ KORPRI.
Kredibilitas Dewan Hakim
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahiman, mewakili Gubernur, mengungkapkan bahwa peran Dewan Hakim sangat vital untuk menjaga kredibilitas MTQ. “Kredibilitas dari acara ini sangat ditentukan oleh kualitas dan netralitas para Dewan Hakim yang baru dilantik,” ungkapnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya integritas dalam setiap aspek penyelenggaraan MTQ.
Peran Tuan Rumah dalam Keberhasilan MTQ
Sulawesi Selatan, bersama dengan Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, berperan sebagai tuan rumah yang bertanggung jawab untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar. Ketiga wilayah ini tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung keberhasilan acara MTQ KORPRI tingkat nasional.
Melalui kerjasama yang baik antara pemerintah daerah dan KORPRI, diharapkan MTQ dapat menjadi lebih dari sekedar perlombaan, melainkan juga wadah untuk mempererat silaturahmi antar ASN dan meningkatkan kesadaran spiritual mereka. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional KORPRI yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi ASN dalam kegiatan keagamaan.
Seminar Nasional Al-Qur’an
Selain pelantikan, rangkaian kegiatan MTQ juga mencakup Seminar Nasional Al-Qur’an yang membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dari perspektif Al-Qur’an. Seminar ini menunjukkan bahwa KORPRI tidak hanya fokus pada aspek religius, tetapi juga mengajak para ASN untuk berpikir kritis tentang isu-isu kontemporer yang relevan dengan ajaran Islam.
Kegiatan-kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi ASN untuk belajar dan berkembang, baik secara spiritual maupun profesional. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan birokrasi dapat berfungsi dengan lebih baik dan lebih berintegritas.
Menjaga Tradisi dan Membangun Masa Depan
MTQ KORPRI menjadi momentum penting untuk menjaga tradisi keagamaan di kalangan ASN. Dengan melibatkan berbagai kalangan dalam perlombaan, KORPRI berupaya untuk terus menggalakkan nilai-nilai positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Tantangan ke depan adalah bagaimana memastikan bahwa nilai-nilai integritas tetap terjaga dalam setiap aspek birokrasi. Melalui kegiatan seperti MTQ, diharapkan ASN tidak hanya menjadi pelayan publik yang profesional, tetapi juga teladan dalam menerapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam setiap tindakan mereka.
Adalah penting untuk terus memperkuat hubungan antara kegiatan keagamaan dan tugas sehari-hari ASN. Dengan demikian, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membangun karakter dan integritas yang kuat dalam birokrasi.
Melalui pendekatan yang holistik dalam mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani ke dalam praktik sehari-hari, diharapkan birokrasi dapat lebih responsif, transparan, dan akuntabel, sehingga dapat meraih kepercayaan masyarakat.
Kegiatan seperti MTQ KORPRI menjadi simbol harapan bahwa birokrasi yang berintegritas akan menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Dengan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai ini, masa depan birokrasi Indonesia dapat menjadi lebih baik.




